Kisah Mo Salah bersama Liverpool Usai
Mo Salah mengakhiri kisahnya di Premier League bersama Liverpool, pemain yang dijuluki Raja Mesir tersebut akan menutup kisahnya di akhir musim ini meskipun sang pemain masih mempunyai kontrak bersama tim Merseyside tersebut.
“Halo semuanya, sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin mulai mengatakan itu. Saya tidak pernah membayangkan betapa klub ini, kota ini, dan orang-orang ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian hidup saya,” ucap Salah di media sosialnya.
Mo Salah sendiri mengungkapkan Liverpool sebagai sejarah dan semangat hidupnya yang tak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Salah juga mengingat bagaimana ia melewati masa-masa sulit dan meraih sejumlah trofi saat dirinya bersama The Reds.
“Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan gairah, sejarah, semangat, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Kami merayakan kemenangan. Kami meraih trofi-trofi penting, dan kami berjuang bersama melewati masa-masa sulit dalam hidup kami,” lanjut Mo Salah.
Tak lupa, Mo Salah pun mengucapkan terimakasih kepada semua yang pernah menjadi bagian dari Liverpool selama ia berada di sana termasuk para pemain yang menjadi rekannya sendiri. Lalu ia juga sangat berterima kasih kepada para fans yang setia mendukungnya kapanpun dan dimanapun bahkan saat ia menjalani masa-masa sulit.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua yang pernah menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, khususnya kepada pemain-pemain Liverpool di masa lalu dan sekarang. Kepada fans, saya tidak bisa menyampaikannya dalam kata-kata,” ucap mantan pemain AS Roma tersebut.
“Dukungan yang Anda berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya dan kalian selalu berada di sisi saya dalam saat-saat tersulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya kenang,” kenang Mo Salah.
Terakhir Mo Salah mengatakan bahwa ia akan selalu menjadi bagian dari para pendukungnya. Liverpool akan menjadi rumah untuk Mo Salah dan keluarganya. Lalu ia pun mengucapkan semboyan Liverpool ‘You Never Walk Alone’ diakhir video perpisahannya.
“Perpisahan tidak pernah mudah. Kalian semua memberi saya waktu terbaik dalam hidup. Saya akan selalu menjadi bagian dari kalian. Klub ini akan selalu menjadi rumah bagi saya dan keluarga saya. Terima kasih atas semuanya. Karena kalian semua, saya tidak akan pernah berjalan sendirian,” tutup Mo Salah.
Video perpisahan pendek yang diposting di media sosialnya pun lantas menjadi buah bibir sepak bola dunia. Bagaimana tidak, Salah akan mengakhiri musimnya di Liverpool setelah sembilan tahun membela tim Merseyside tersebut dengan beragam raihan apik.
Selama sembilan musim tersebut, Salah berlaga di 435 pertandingan bersama Liverpool dengan catatan 255 gol dan 122 assist. Lebih dari itu ia pun berhasil meraih total delapan gelar bersama Liverpool termasuk dua trofi Premier League dan satu trofi Champions League.
Catatan tersebut masih akan bertambah dengan Liverpool yang masih berlaga di Champions League setelah mereka berhasil melaju ke perempat final usai mengalahkan Galatasaray di babak 16 besar. Dan akan berhadapan dengan tim Paris, PSG.
Sedikit kilas balik karir Mo Salah, sang pemain awalnya didatangkan Chelsea dari FC Basel, namun di tim London tersebut dirinya tak berkembang dan dengan berani pindah ke Serie A untuk berlaga di Fiorentina. Cemerlang di La Viola, AS Roma pun kepincut untuk mendatangkannya satu musim kemudian.
Mo Salah tetap bermain apik bersama AS Roma, lalu pada 2017 Liverpool dengan berani mendatangkan kembali Mo Salah ke Premier League. Setelah transfer itu, mulai lah cerita-cerita manis Liverpool sehingga Salah menjadi legenda di tim Merseyside tersebut.
Lanjut ke mana, Mo Salah?

Setelah mengumumkan berpisah dengan Liverpool pada akhir musim ini, Mo Salah pun menjadi komoditi panas dengan beberapa tim langsung disangkut-pautkan dengan pemain Mesir tersebut. Dengan usia yang tak lagi muda, Arab Saudi dan MLS akan menjadi destinasi favorit untuk Mo Salah.
Namun ternyata Mo Salah kabarnya masih diminati tim-tim besar Eropa, menurut direktur teknik timnas Mesir, Ibrahim Hassan salah masih diminati tim-tim besar seperti PSG, Bayern Munchen dan tim lain dari Italia. Secara pribadi ia pun menyarankan Mo Salah untuk tetap berkarir di Eropa.
“Secara pribadi, saya akan menyarankannya tetap di Eropa. Saya mendengar dia mendapat tawaran dari Paris saint-Germain, Bayern Munich, dan klub dari Italia. Pindah ke MLS? Dia akan jauh dari sorotan. Anda takkan diingat lagi, seperti saya tidak mengingat Lionel Messi sekarang,” ucap Hassan dikutip On Sport.
Menarik menunggu masa depan Mo Salah menentukan klub pada akhir musim ini. Dengan usia 33 tahun, Mo Salah masih bisa bermain kompetitif setidaknya lima tahun lagi. Kembali ke Serie A pun bisa menjadi opsi dengan ia mempunyai masa-masa indah di negara Pizza tersebut.
Pun dengan pindah ke Arab Saudi dan MLS pun bukan menjadi masalah, karena memang untuk Mo Salah pada saat ini tak ada yang lebih penting dari ketenangan dari akhir karir sepak bolanya. Bagi para fans, Mo Salah akan sangat dinantikan penampilannya dimanapun ia berkarir di musim depan.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



